Selasa, 22 April 2014

Cerpen : Bukan Orang Ketiga part 1

                Pernahkah kalian mengalami suatu hal yang tak ada dalam pikiran kalian? Sesuatu hal yang mustahil terjadi. Pasti kalian tidak percaya setelah membaca kisahku ini. Sebuah kisah yang tak mungkin terjadi di kehidupan nyata. Tapi ini benar-benar terjadi pada kehidupan nyataku. Dan aku tak pernah mengharapkan ini terjadi padaku. Bahkan aku merasa ini hanya mimpi dan dongengan semata. Dan aku tidur, berharap ini semua hanya mimpi dan ketika aku bangun berharap hidupku kembali seperti dulu. Ceria tanpa rasa bersalah. Tapi nyatanya, ketika aku bangun keadaanku masih
seperti sebelum ku tutup mata ini. Bila memikirkannya, aku merasa gila. Oke, tak perlu basa-basi langsung ke inti cerita yang akan ku kisahkan.
                Maret 2011
                Perkenalanku dengan seorang cowok yang bernama Fajar adalah sebuah ketidaksengajaan. Dimana ketika aku memegang handphpne temanku, Wulan, yang saat itu ingin menemui pacarnya. Pada saat itu dia sedang telponan dengan Fajar. Karena dia takut sang kekasih memergoki dia berhubungan dengan cowok lain, akhirnya aku jadi korban peneman bicara Fajar yang sedang galau. Dan dimulai dari sini ku mulai mengenal sesosok cowok bernama Fajar. Awalnya aku hanya iseng-iseng berkenalan dan cari pelarian kesepianku karena sudah sebulan pacarku tidak ada kabar.
                Sebulan dua bulan perkenalanku danga Fajar semakin lama semakin akrab. Lebih tepatnya kami bersahabat. Bercerita apa saja. Bercerita maslah pacar, masalah dengan teman, dan bercerita apa saja yang tidak penting. Ohh ya akhir bulan April aku putus dengan pacarku karena antara aku dan dia sudah tak sejalan. Yaaahh, kisahku akhirnya kandas di tengah jalan seperti kisah sebelumnya.
                Juli 2011
                Benar kata pepatah “lelaki dan perempuan tidak bisa berteman”, ini juga kualami sendiri. Setelah berbulan berteman dengan Fajar, sedikit demi sedikit rasa suka mulai tumbuh di hatiku. Entah kapan ia tumbuh di hati ini, walau ku tahu saat itu dia masih punya kekasih. Aku menyukainya karena gurauannya yang sering membuatku tertawa. Aku merasa nyaman berbicara dengannya. Kadang sehari tidak mendengar kabarnya, aku merasa ada yang kurang di hariku. Mungkin bukan hanya sekedar rasa suka tapi ada bibit cinta yang mulai merambati hati ini. Dan aku tak bisa menghentikannya karena rasa ini tak bisa ku cegah.
                Hari ini, tepat tanggal 28, dia menembakku. Ahh dalam hati terasa berbunga. Aku menerimanya, walaupun kutahu aku menjadi kedua dalam hatinya. Tapi entah kenapa, mulut ini menyetujuinya. Dan hari ini, resmi aku berpacaran dengan Fajar.

                2012
Berbulan sudah hubunganku berjalan dengannya. Dan hari ini aku menemukan sebuah kebenaran yang menyakitkan hatiku. Sebuah kebenaran yang sangat tidak ku sangka. Selama ini kusangka dia jujur tetapi ternyata ada kebohongan yang tersimpan rapi di belakang ini semua.
                Malam itu, aku sms dia setelah dua hari dia tiada kabar. Menyampaikan pesan dari temanku. Tapi yang kudapat adalah kebohongannya selama ini. Aku tidak tahu harus berkata apa ketika saat kuhubungi ternyata yang balas adalah pacar pertamanya yang sudah berjalan lebih dari setahun. Rasa sakit ini begitu terasa daripada saat aku dulu mengetahui mantanku memiliki teman tapi mesra. Aahh kali ini aku kalah lagi. Serasa dunia berhenti berputar. Apa yang harus kulakukan, sedang cinta tlah terpatri dalam hati. Dan aku tak rela melepasnya.
                Hari berganti hari, rasa cinta ini tak bisa kubuang. Semakin lama rasa ini semakin berkembang. Dan aku tak mampu untuk menahannya. Sayang, kenapa kamu tega melakukan semua ini. Di saat cinta ini benar-benar ada dan hanya untukmu, kebohongan terbesarmu terbongkar. Ini sangat menyakitkan untukku.
                “hai sayang, kok tukeran nomer gak bilang sama aku? Takut aku marah kah?” tanyaku saat aku menghubunginya ke nomer yang barunya.
                “oohh bukan gitu sayang, aku gak mau kamu kena maki dengan dia.” Jawabnya.
                “dia siapa? Pacar barumu kah?”
                “sayang, maafkan aku, aku gak bermaksud membohongimu tapi aku benar-benar sayang ma kamu dan aku takut kehilangan kamu. Yaa memang sebelum aku jadian sama kamu aku sudah ada dia. Bahkan aku sama dia sudah pacaran hampir 2 tahun. Maafkan aku sayang.” Jelas Fajar kepadaku.
                “andaikan kamu diberikan pilihan antara aku dan dia, kamu mau pilih yang mana? Aku atau dia?”
                “aku pilih keduanya. Aku gak mau kehilangan kalian.”
                “why?”
                “aku sayang banget ma kamu, aku cinta banget ma kamu. Aku ga mungkin kehilangan kamu. Sedangkan dia, aku tak mungkin melepas dia. Orangtua ku sudah kenal dekat sama dia. Maafkan aku sayang.”
                “jadi intinya kamu gak bisa milih nih?”
                “yeah.”
“oohh. Emm udahan dulu ya, aku ada hal nih yang harus ku selesaikan. Assalamu’alaikum.” Pamitku, langsung kumatikan telfonnya.
                Rasa ini semakin sakit. Hanya tangis yang mampu kulakukan. Betapa perih luka ini. Betapa teganya dia melakukan ini.
Tiba-tiba handphone berbunyi, menandakan ada sms baru masuk.
                Sayang, aku minta maaf gak jujur dari awal ke kamu. Aku takut kamu menolakku. I love you, my dear.

                Ahh, penipu. Aku hanya memandang smsnya. Tak ada niat di hati untuk membalas. Kubiarkan saja. Hati ini terasa kesakitannya. Betapa bodohnya aku, mempercayainya. Kisah ini terlalu pahit, tapi hati ini tak ingin kehilangan dia. Dia yang kini memegang hatiku. Tuhan, bantu aku membuang rasa ini.
Lokasi:Yogyakarta, Indonesia Yogyakarta, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar