“Rea,
kamu mau pulang belum? Kalau mau pulang, yuk bareng sama aku. Aku juga sudah
mau pulang nih. “ Sinta tiba-tiba saja masuk ke ruang kantorku.
“ooh
ayo, aku juga sudah mau pulang nih.” Balasku.
“ooh yaa
Rea, kabarnya besuk anak bos yang akan mewarisi perusahaaan ini sudah mulai
kerja. Waaah anaknya pasti ganteng. Lihat saja wajah bos kita itu, sudah
berumur tapi tetap saja
Angin
yang bertiup pagi ini mengantarkanku dalam hati yang rawan. Masih teringat
kisah semalam. Saat kau kembali merobek hatiku untuk ke sekian kalinya. Ahh aku
tak tahu apa maumu. Setiap kaliku coba
tak menangis api air mata terlalu sult untuk kutahan. Kini entah dimana kau
berada. Bayangmu sirna setelah kau Berjaya menoreh luka di hati. Tuhan, kenapa
aku tak mampu menahan rasa yang tak sepatutnya hadir untuk dia. Dia yang telah
membohongi hati ini. Kenapa