Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2015

Luka yang Kau Beri part 4

Siang itu ketika aku sedang makan siang di kantin kantor, Riski tiba-tiba saja datang menghampiriku. Aku pura-pura tidak melihat dan menikmati makan siangku walau debaran di dada semakin menjadi ketika dia semakin dekat denganku.
            “Haii, makan sendirian yaa? Boleh saya duduk di sini? Semua meja sudah penuh nih. Boleh yaa?” tanya Riski sambil mengambil tempat duduk di depanku.
            Aku heran kenapa dia tidak makan siang di restoran yang mahal. Kenapa dia makan siang di

Selasa, 18 Februari 2014

Luka yang Kau Beri 3


            “haii, kamu Rea kan?” sapa Riski pada Rea.
            “emm ya saya. Ada yang bisa saya bantu?” jawabku.
            “kamu tidak ingat lagi sama aku. Aku Riski kekasihmu dulu yang selalu kamu puja. Tak mungkin kamu tak ingat lagi sama aku?” kata Riski.
            Aku terdiam. Apa jawaban yang harus ku beri. Memang aku tak akan lupa wajah orang sudah melukaiku ini.
            “maaf saya tidak mengenali Anda. Dan saya tidak pernah punya kekasih bernama Riski.

Senin, 13 Januari 2014

Luka yang Kau Beri part 2


            Enam tahun kemudian.
            “Rea, kamu mau pulang belum? Kalau mau pulang, yuk bareng sama aku. Aku juga sudah mau pulang nih. “ Sinta tiba-tiba saja masuk ke ruang kantorku.
            “ooh ayo, aku juga sudah mau pulang nih.” Balasku.
            “ooh yaa Rea, kabarnya besuk anak bos yang akan mewarisi perusahaaan ini sudah mulai kerja. Waaah anaknya pasti ganteng. Lihat saja wajah bos kita itu, sudah berumur tapi tetap saja

Kamis, 26 Desember 2013

Luka yang Kau Beri part 1


            Angin yang bertiup pagi ini mengantarkanku dalam hati yang rawan. Masih teringat kisah semalam. Saat kau kembali merobek hatiku untuk ke sekian kalinya. Ahh aku tak tahu apa maumu. Setiap kali  ku coba tak menangis api air mata terlalu sult untuk kutahan. Kini entah dimana kau berada. Bayangmu sirna setelah kau Berjaya menoreh luka di hati. Tuhan, kenapa aku tak mampu menahan rasa yang tak sepatutnya hadir untuk dia. Dia yang telah membohongi hati ini. Kenapa