Selasa, 04 Maret 2014
Selasa, 18 Februari 2014
Luka yang Kau Beri 3
“haii,
kamu Rea kan?” sapa Riski pada Rea.
“emm ya
saya. Ada yang bisa saya bantu?” jawabku.
“kamu
tidak ingat lagi sama aku. Aku Riski kekasihmu dulu yang selalu kamu puja. Tak
mungkin kamu tak ingat lagi sama aku?” kata Riski.
Aku
terdiam. Apa jawaban yang harus ku beri. Memang aku tak akan lupa wajah orang
sudah melukaiku ini.
“maaf
saya tidak mengenali Anda. Dan saya tidak pernah punya kekasih bernama Riski.
Sabtu, 25 Januari 2014
Senin, 13 Januari 2014
Luka yang Kau Beri part 2
Enam
tahun kemudian.
“Rea,
kamu mau pulang belum? Kalau mau pulang, yuk bareng sama aku. Aku juga sudah
mau pulang nih. “ Sinta tiba-tiba saja masuk ke ruang kantorku.
“ooh
ayo, aku juga sudah mau pulang nih.” Balasku.
“ooh yaa
Rea, kabarnya besuk anak bos yang akan mewarisi perusahaaan ini sudah mulai
kerja. Waaah anaknya pasti ganteng. Lihat saja wajah bos kita itu, sudah
berumur tapi tetap saja
Senin, 06 Januari 2014
Kamis, 26 Desember 2013
Luka yang Kau Beri part 1
Angin
yang bertiup pagi ini mengantarkanku dalam hati yang rawan. Masih teringat
kisah semalam. Saat kau kembali merobek hatiku untuk ke sekian kalinya. Ahh aku
tak tahu apa maumu. Setiap kali ku coba
tak menangis api air mata terlalu sult untuk kutahan. Kini entah dimana kau
berada. Bayangmu sirna setelah kau Berjaya menoreh luka di hati. Tuhan, kenapa
aku tak mampu menahan rasa yang tak sepatutnya hadir untuk dia. Dia yang telah
membohongi hati ini. Kenapa